• Home
  • Opini
  • Sosial
  • Islam
  • Minat
    • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Internet
    • Food
    • Millennial
    • Seputar PNS
    • Lingkungan
    • Garis Hitam Project
  • Pendidikan
    • SD/MI
    • SMP/MTS
    • SMA/MA
    • Sarjana
    • Magister
  • Buku
  • Jual Foto
    • Portfolio Shutterstock
    • Tips Foto
  • More
    • About
    • LAYANAN/PRODUK KAMI
    • FAQ
    • Kontak
    • DISCLAIMER
    • KEBIJAKAN PRIVASI
    • KETENTUAN LAYANAN
    • Sitemap
    • PRIVACY POLICY
    • TERM OF SERVICE
Diberdayakan oleh Blogger.
Email bloglovin facebook instagram twitter whatsapp pinterest

Hei Sobat !

Mendapatkan beasiswa bukan sekadar tentang seberapa cerdas Anda di atas kertas, melainkan seberapa siap Anda bertarung di medan strategi. Layaknya seorang atlet yang mempersiapkan pertandingan besar, memburu beasiswa seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) memerlukan kombinasi antara disiplin fisik, ketajaman visi, dan ketelitian teknis.

Berikut adalah panduan mendalam untuk memenangkan "pertandingan" beasiswa Anda:

1. Panduan Teknis: Membangun "Benteng" Administrasi

Masalah besar sering kali bersembunyi di hal-hal kecil. Jangan biarkan mimpi Anda kandas hanya karena dokumen yang berantakan.

  • Sistem "Folder Suci": Kelola dokumen digital Anda selevel militer. Buat folder khusus di Google Drive dengan sub-folder terstruktur: Identitas, Akademik, Bahasa, Esai, Rekomendasi, dan Pendukung.
  • Standar Penamaan File: Verifikator memeriksa ribuan berkas. Gunakan format profesional seperti NamaLengkap_JenisDokumen_Tahun.pdf agar berkas Anda mudah diidentifikasi dan memberikan kesan "siap bertanding".
  • Surat Rekomendasi S.P.E.C: Jangan hanya mencari tanda tangan pejabat. Gunakan formula S.P.E.C: Specific connection (kapasitas pengenalan), Performance (bukti nyata prestasi), Extra Mile (nilai lebih karakter), dan Confident Prediction (keyakinan pemberi rekomendasi).

2. Seni Menulis Esai: Narasi yang Berdenyut

Esai adalah panggung Anda untuk membuktikan bahwa Anda bukan sekadar angka.

  • Rumus Past, Present, Future: Jangan menulis kronologi yang membosankan. Mulailah dengan akar perjuangan Anda (Past), masalah nyata yang membuat Anda "gemas" di lapangan (Present), dan visi konkret bagaimana studi S2 akan menjadi solusi bagi umat (Future).
  • The Power of Active Voice: Gunakan kalimat aktif untuk menunjukkan kepemimpinan dan agency. Alih-alih menulis "Program dijalankan oleh saya," gunakan "Saya menjalankan program..." untuk kesan yang lebih tegas dan energik.
  • Kunci Rahasia BIB (Moderasi Beragama): Khusus untuk BIB, selipkan nilai-nilai Wasathiyah (moderat) secara elegan dalam rencana kontribusi Anda. Tunjukkan bahwa Anda adalah "Jembatan" yang menghubungkan perbedaan, bukan "Tembok" yang memisahkan.

3. Manajemen Waktu: Strategi Juggling Sang Juara

Kuliah S2 sambil bekerja atau berorganisasi adalah seni menjaga keseimbangan.

  • The Ball Analogy: Anggap hidup Anda seperti juggling tiga bola: Bola Kaca (Keluarga), Bola Karet (Kuliah), dan Bola Besi (Organisasi). Anda harus tahu mana yang bisa memantul jika jatuh, dan mana yang akan pecah permanen.
  • Non-Negotiable Hours: Tetapkan 2-3 jam "Jam Anti-Ganggu" setiap hari untuk Deep Work (fokus tesis/jurnal). Waktu terbaik biasanya setelah Subuh saat otak masih segar atau tengah malam saat suasana sunyi.
  • Teknik Pomodoro Curian: Bagi Anda yang sibuk, manfaatkan "waktu colongan". Gunakan 25 menit jam istirahat atau antrean untuk mengerjakan 10 soal latihan bahasa atau membaca abstrak jurnal.

Penutup: Beasiswa adalah Awal, Bukan Akhir

Mendapatkan beasiswa adalah tanggung jawab besar untuk menjaga amanah uang rakyat. Persiapkan diri Anda bukan hanya untuk lolos, tapi untuk menjadi akademisi pejuang yang berkontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045.

"Masa depan tidak menunggu mereka yang hanya bermimpi, tapi mereka yang mengeksekusi strategi dengan disiplin seorang atlet." 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menguasai "Defensive Play": Seni Bertahan dari Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja. Dalam dunia olahraga, ada pepatah yang mengatakan: "Attack wins you games, but defense wins you titles." Prinsip ini ternyata sangat berlaku di ruang wawancara kerja. Banyak kandidat terlalu fokus untuk "menyerang" (menjual kelebihan secara agresif), hingga mereka lupa membangun pertahanan yang kuat saat menghadapi pertanyaan kritis atau tekanan dari rekruter.


Jika Anda mengikuti strategi ala Achmad, Anda akan paham bahwa wawancara bukan sekadar ajang pamer, tapi ajang manajemen risiko. Inilah teknik Defensive Play yang harus Anda kuasai:

1. The Tactical Pause (Jeda Taktis)

Kesalahan terbesar kandidat saat ditekan adalah menjawab terlalu cepat karena gugup. Dalam defensive play, jeda adalah perisai Anda.

  • Cara Pakai: Saat diberikan pertanyaan sulit atau "pertanyaan jebakan" (seperti: "Apa kelemahan terbesar Anda yang bisa merusak performa?"), ambillah napas 2-3 detik.

  • Tujuan: Menunjukkan kontrol emosi dan memberi waktu bagi otak untuk memfilter jawaban agar tidak terlalu emosional atau jujur secara sembrono.

2. Reframing the Probe (Membingkai Ulang Serangan)

Rekruter sering kali menggunakan teknik "probing" untuk mencari celah kegagalan Anda di masa lalu. Teknik defensif di sini bukan untuk mengelak, tapi mengalihkan arah serangan.

  • Contoh: Jika ditanya, "Kenapa Anda menganggur cukup lama?", jangan membela diri dengan alasan pribadi.

  • Defensive Move: "Saya menggunakan waktu tersebut secara selektif untuk memperdalam skill X dan memastikan langkah karier saya berikutnya selaras dengan kontribusi yang ingin saya berikan pada perusahaan seperti milik Bapak/Ibu."

3. Information Guarding (Menjaga Batas Informasi)

Banyak kandidat terjebak melakukan oversharing (terlalu banyak bicara) saat merasa nyaman. Dalam defensive play, Anda hanya memberikan informasi yang memperkuat posisi Anda.

  • Strategi: Jangan membagikan detail konflik internal di perusahaan lama atau masalah pribadi yang tidak relevan. Setiap kata yang keluar harus memiliki fungsi: mendukung kompetensi atau menunjukkan profesionalisme. Jika pertanyaan terlalu menyudutkan ranah pribadi, kembalikan secara halus ke konteks profesional.

4. Handling the "Stress Test" (Menghadapi Uji Tekanan)

Kadang, pewawancara sengaja bersikap skeptis atau dingin untuk melihat reaksi Anda. Ini adalah mental defense.

  • Teknik: Jangan ikut terbawa suasana tegang. Tetap gunakan nada bicara yang stabil dan rendah (low pitch). Semakin rekruter menekan, semakin tenang Anda menjawab. Ketenangan adalah bentuk pertahanan terbaik yang menunjukkan bahwa Anda adalah pemimpin yang stabil di bawah tekanan.

5. The "I Don’t Know" Defense

Banyak yang takut mengakui ketidaktahuan. Namun, mencoba mengarang jawaban (bullshitting) adalah lubang pertahanan yang fatal.

  • Defensive Move: "Saya belum memiliki pengalaman spesifik di bidang tersebut, namun berdasarkan logika dasar di industri ini, saya akan melakukan pendekatan A dan B. Saya adalah tipe pembelajar cepat yang biasanya menguasai hal baru dalam waktu singkat." (Mengakui kekurangan, tapi segera menutupnya dengan solusi).

Kesimpulan

Wawancara kerja adalah permainan posisi. Dengan menerapkan Defensive Play, Anda tidak sedang bersikap pasif. Sebaliknya, Anda sedang memastikan bahwa tidak ada satu pun "bola" dari rekruter yang bisa membobol kredibilitas dan kepercayaan diri Anda.

Ingat, pemenang wawancara bukanlah dia yang bicara paling banyak, tapi dia yang paling strategis dalam menjaga posisinya.


Tertarik dengan strategi karier lainnya? Simak terus ulasan taktis di Achmadpen.web.id.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 


Di era digital ini, kejahatan tidak lagi hanya terjadi di dunia fisik. Ruang siber (cyberspace) telah menjadi arena baru bagi para pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya, mulai dari penipuan online, pencurian data, hingga penyebaran konten ilegal. Fenomena yang dikenal sebagai cyber crime ini terus meningkat setiap tahunnya. Namun, ketika kita menjadi korban, pertanyaan besarnya adalah: seberapa siapkah aparat penegak hukum kita dalam memberikan pelayanan administrasi untuk kasus-kasus ini?

Sebuah Tesis "Pelayanan Administrasi Kasus Cyber Crime pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau" oleh Raja Rima Afriyenti, Universitas Islam Riau (2022) mencoba mengupas tuntas realitas pelayanan administrasi untuk kasus cyber crime di tingkat daerah, dengan mengambil studi kasus di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Hasilnya memberikan gambaran yang jujur tentang tantangan yang dihadapi baik oleh masyarakat pelapor maupun pihak kepolisian sendiri.

Dunia Maya, Kejahatan Nyata

Cyber crime adalah tindak kriminal yang menggunakan teknologi komputer dan internet sebagai alat kejahatan utama. Berbeda dengan kejahatan konvensional, pelaku kejahatan siber bisa berada di mana saja, melintasi batas negara, dan seringkali anonim. Hal ini membuat deteksi dan penegakan hukum menjadi jauh lebih kompleks.

Data dari Ditreskrimsus Polda Riau menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Jumlah laporan kasus cyber crime terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, ada 28 kasus dilaporkan, meningkat menjadi 34 kasus pada 2020, dan 32 kasus pada 2021. Meskipun tingkat penyelesaian kasus juga menunjukkan peningkatan, dari 32% pada 2019 menjadi 78% pada 2021, tantangan di level pelayanan paling depan—saat masyarakat pertama kali melapor—masih menjadi sorotan.

Enam Dimensi Pelayanan: Apa Kata Masyarakat?

Penelitian ini mengukur kualitas pelayanan administrasi berdasarkan enam indikator standar pelayanan publik. Mari kita lihat bagaimana potretnya di lapangan.

  1. Prosedur Pelayanan: Secara umum, prosedur yang ada sudah mengikuti standar. Namun, banyak pelapor merasa alurnya sedikit "berbelit-belit". Salah satu kendala utamanya adalah keharusan membawa bukti yang lengkap, yang seringkali sulit dipenuhi oleh korban penipuan online yang panik dan tidak tahu cara mengumpulkan bukti digital.

  2. Waktu Penyelesaian: Waktu pelayanan di kantor polisi sudah sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan. Namun, yang menjadi catatan adalah waktu penyelesaian kasus, yang tidak bisa dipastikan karena kompleksitas penyelidikan cyber crime.

  3. Biaya Pelayanan: Ini adalah kabar baik. Penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada biaya sama sekali yang dipungut dalam proses pelaporan kasus cyber crime, dan tidak ditemukan adanya pungutan liar.

  4. Produk Layanan: Hasil akhir dari pelayanan adalah laporan polisi dan penanganan kasus. Di sini, ditemukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang adanya layanan konsultasi sebelum membuat laporan resmi, yang sebenarnya bisa sangat membantu.

  5. Sarana dan Prasarana: Fasilitas fisik seperti ruang tunggu, ruang pelaporan, hingga tempat parkir di Ditreskrimsus Polda Riau dinilai sudah cukup baik, nyaman, dan memadai.

  6. Kompetensi Petugas: Petugas di garda depan dinilai sudah bersikap ramah dan profesional. Namun, tantangan terbesarnya adalah kompetensi teknis di bidang cyber crime. Kurangnya penyidik yang memiliki keahlian khusus di bidang informasi dan transaksi elektronik (ITE) menjadi salah satu kendala utama.

Kendala Utama di Lapangan

Dari analisis mendalam, tesis ini mengidentifikasi beberapa kendala krusial yang menghambat optimalnya pelayanan:

  • Minimnya Bukti dari Pelapor: Korban seringkali datang tanpa bukti yang cukup, seperti screenshot percakapan atau bukti transfer yang valid, yang mempersulit proses awal.

  • Kurangnya Pemahaman Prosedur: Masyarakat awam masih banyak yang bingung tentang alur dan syarat pelaporan cyber crime.

  • Kompetensi Teknis: Keterbatasan jumlah personel dengan keahlian siber membuat penanganan kasus membutuhkan waktu lebih lama dan seringkali bergantung pada saksi ahli eksternal.

  • Sifat Kejahatan yang Universal: Pelaku yang berada di luar negeri atau menggunakan data anonim menjadi tantangan terbesar dalam penyelidikan.

Menuju Pelayanan yang Lebih Baik

Berdasarkan temuan tersebut, ada beberapa langkah strategis yang perlu didorong. Pihak kepolisian perlu lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai prosedur pelaporan dan cara mengamankan bukti digital. Di sisi lain, peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi para penyidik di bidang digital forensics dan hukum ITE menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Melaporkan cyber crime memang tidak sesederhana melaporkan kejahatan konvensional. Namun, dengan pembenahan di sisi pelayanan dan peningkatan literasi digital di masyarakat, kita bisa berharap proses penegakan hukum di dunia maya menjadi lebih efektif dan terpercaya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apple Inc. bukan sekadar perusahaan; ia adalah fenomena budaya, ekonomi, dan teknologi. Dari garasi kecil di California hingga menjadi perusahaan pertama dengan valuasi triliunan dolar, Apple telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan hidup. Namun, di balik desain premium dan branding yang ikonik, apa sebenarnya DNA yang membuat Apple begitu dominan?

Lebih dari sekadar produk, kesuksesan Apple dibangun di atas fondasi strategi yang kompleks, mencakup etika bisnis, tanggung jawab sosial, dan visi keberlanjutan yang kuat. Mari kita bedah lebih dalam.

DNA Kesuksesan: Mengapa Dunia Memilih Apple?

Jika kita telusuri, kekuatan Apple tidak hanya terletak pada satu aspek, melainkan sinergi dari beberapa elemen kunci:

  1. Ekosistem yang Mengikat (dan Eksklusif): Kekuatan terbesar Apple adalah ekosistemnya yang terintegrasi. iPhone, MacBook, iPad, dan iWatch bekerja bersama dengan mulus, menciptakan pengalaman pengguna yang sulit ditandingi. Ekosistem tertutup ini tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga membangun loyalitas pelanggan yang luar biasa dan menanamkan kesan prestise.

  2. Branding Ikonik dan Koneksi Emosional: Dengan filosofi "less is more", Apple menciptakan identitas desain yang premium, minimalis, dan konsisten. Mereka tidak menjual produk; mereka menjual pengalaman, gaya hidup, dan simbol status. Ini menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan penggunanya.

  3. Fokus Utama pada Privasi & Keamanan: Di tengah maraknya isu kebocoran data, komitmen Apple terhadap privasi menjadi nilai jual yang sangat kuat. Fitur seperti App Tracking Transparency dan enkripsi data yang solid menjadikan Apple pilihan utama bagi pengguna yang sadar akan keamanan digital.

  4. Inovasi Teknologi yang Bertanggung Jawab: Dari chip Apple Silicon yang efisien energi hingga fitur aksesibilitas seperti VoiceOver untuk penyandang disabilitas, Apple terus berinovasi tidak hanya untuk performa tetapi juga untuk inklusivitas dan efisiensi.

Tiga Pilar Tanggung Jawab: People, Planet, Profit

Di balik citra premiumnya, Apple secara serius mengadopsi kerangka kerja Triple Bottom Line (TBL), yang menyeimbangkan antara keuntungan finansial dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

  • People (Manusia): Apple berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi digital global melalui App Store. Program seperti Supplier Responsibility memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja di rantai pasoknya. Selain itu, inisiatif pendidikan seperti "Everyone Can Code" bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara global.

  • Planet (Lingkungan): Komitmen Apple terhadap lingkungan sangat ambisius. Dengan target menjadi netral karbon pada tahun 2030, perusahaan ini gencar menggunakan 100% energi terbarukan di semua fasilitasnya, mendesain produk dari bahan daur ulang (seperti aluminium dan kobalt), serta menjalankan program daur ulang "Apple Trade-In" untuk mengurangi limbah elektronik.

  • Profit (Keuntungan): Keputusan bisnis yang etis dan berkelanjutan terbukti berdampak positif pada kinerja keuangan Apple. Reputasi yang kuat, loyalitas pelanggan yang tinggi, dan efisiensi energi dalam produksi secara langsung menyumbang pada posisi Apple sebagai pemimpin pasar dengan nilai merek yang tak tertandingi.

Tantangan dan Sisi Gelap: Isu Monopoli

Namun, gambaran ini tidak akan lengkap tanpa melihat tantangannya. Dominasi Apple di pasar, terutama melalui kontrol ketat atas App Store dan ekosistemnya, telah memicu tuduhan praktik monopoli. Kontrol ini dianggap dapat menghambat inovasi dari pengembang pihak ketiga, mengurangi pilihan konsumen, dan menciptakan persaingan yang tidak adil. Ini adalah sebuah dilema etis yang terus menjadi perdebatan hangat di tingkat global.

Pelajaran untuk Indonesia: Visi Ekonomi Berkelanjutan

Studi kasus Apple menawarkan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia dalam membentuk visi ekonomi masa depan:

  • Branding Kuat dan Berbasis Nilai: Membangun citra merek yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai-nilai etika dan keberlanjutan.

  • Investasi pada Talenta: Kesuksesan jangka panjang bergantung pada investasi dalam sumber daya manusia dan ekosistem yang mendukung inovasi.

  • Model Bisnis Berpusat pada Pelanggan: Fokus pada pengalaman pengguna dan privasi data untuk membangun kepercayaan dan loyalitas.

  • Mendorong UMKM Hijau: Mendukung usaha kecil dan menengah yang mengadopsi praktik berkelanjutan, sejalan dengan tren ekonomi global.

Kesimpulan

Apple menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis di era modern tidak lagi bisa diukur hanya dari angka penjualan. Perpaduan antara inovasi tanpa henti, branding yang kuat, dan komitmen tulus terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan telah menjadi formula kemenangan mereka.

Meskipun tidak lepas dari tantangan, terutama terkait isu monopoli, langkah-langkah Apple dalam mendorong keberlanjutan dan inklusivitas menjadi standar baru bagi perusahaan teknologi global. Ini adalah bukti bahwa profitabilitas dapat berjalan seiring dengan etika—sebuah pelajaran penting bagi kita semua yang bercita-cita membangun masa depan yang lebih baik.

Artikel ini adalah hasil analisis dan sintesis dari materi studi kasus Etika Bisnis oleh tim mahasiswa Telkom University. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Di era digital ini, sistem kerja remote telah menjadi pilihan populer bagi banyak perusahaan dan karyawan. Namun, apakah bekerja dari rumah atau lokasi pilihan benar-benar dapat meningkatkan kebahagiaan dan menyeimbangkan kesehatan mental? Mari kita telaah lebih dalam.

Potensi Manfaat Kerja Remote untuk Kesehatan Mental

  • Fleksibilitas dan Keseimbangan Hidup-Kerja: Bekerja remote memberikan kebebasan untuk mengatur jadwal kerja Anda sendiri, memungkinkan integrasi yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
  • Bebas dari Stres Komuter: Anda tidak perlu lagi menghadapi kemacetan atau perjalanan panjang ke kantor, sehingga menghemat waktu dan energi yang dapat digunakan untuk hal-hal yang Anda nikmati.
  • Lingkungan Kerja yang Nyaman: Anda dapat menciptakan ruang kerja yang ideal sesuai dengan preferensi Anda, meningkatkan kenyamanan dan produktivitas.
  • Hemat Pengeluaran: Bekerja remote dapat membantu Anda menghemat biaya transportasi, makan siang di luar, dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan bekerja di kantor.

Tantangan yang Mungkin Muncul

  • Isolasi Sosial: Kurangnya interaksi tatap muka dengan rekan kerja dapat menyebabkan perasaan kesepian dan terisolasi.
  • Batas Kerja-Pribadi yang Kabur: Tanpa pemisahan fisik antara kantor dan rumah, dapat sulit untuk memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi, yang dapat menyebabkan kelelahan.
  • Kurangnya Struktur: Beberapa individu mungkin merasa kesulitan untuk tetap termotivasi dan produktif tanpa struktur dan pengawasan langsung.
  • Gangguan di Rumah: Bekerja dari rumah dapat menimbulkan gangguan seperti kebisingan, anggota keluarga, atau pekerjaan rumah tangga.

Mencapai Keseimbangan: Tips untuk Kesehatan Mental saat Kerja Remote

  • Jadwal Kerja Teratur: Tetapkan dan patuhi jadwal kerja yang teratur untuk menjaga rutinitas dan produktivitas.
  • Ruang Kerja yang Nyaman: Ciptakan ruang kerja yang nyaman, terorganisir, dan bebas gangguan.
  • Istirahat Teratur: Jadwalkan waktu istirahat secara teratur untuk bersantai dan mengisi ulang energi.
  • Komunikasi Aktif: Jaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan Anda melalui berbagai platform komunikasi.
  • Tetap Terhubung Secara Sosial: Luangkan waktu untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga di luar jam kerja.
  • Cari Bantuan Profesional: Jika Anda merasa kewalahan atau mengalami masalah kesehatan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Kerja remote dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kebahagiaan dan keseimbangan mental, tetapi penting untuk menyadari dan mengatasi potensi tantangannya. Dengan manajemen waktu yang baik, komunikasi yang efektif, pengaturan batasan yang jelas, dan upaya untuk tetap terhubung secara sosial, Anda dapat memaksimalkan manfaat kerja remote dan menjaga kesehatan mental Anda.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Cara Berkomunikasi dengan AI

Bing adalah mesin pencari web yang dikembangkan oleh Microsoft. Bing tidak hanya menampilkan hasil pencarian web, gambar, video, berita, dan lain-lain, tetapi juga memiliki fitur chatbot yang dapat menjawab pertanyaan dan memberikan dukungan kepada pengguna melalui percakapan teks atau suara. Chatbot Bing adalah program perangkat lunak yang dapat menggunakan model bahasa AI untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami.

Model bahasa AI adalah program komputer yang dapat memahami dan menghasilkan bahasa alami, seperti teks atau suara. Model bahasa AI menggunakan algoritma pembelajaran mendalam dan pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk mempelajari pola dan makna dari data bahasa manusia. Model bahasa AI dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti chatbot, alat pembuatan konten, alat penerjemah bahasa, dan asisten virtual.

Prompt adalah input yang menentukan output yang dihasilkan oleh model bahasa AI. Prompt harus mengikuti aturan-aturan tertentu untuk meningkatkan kualitas dan akurasi output. Beberapa aturan umum adalah:

  • Gunakan kata kunci atau frasa yang relevan dengan topik atau tujuan Anda.
  • Gunakan tanda baca seperti titik, koma, tanda kutip, tanda kurung, dll untuk memisahkan bagian-bagian dari prompt.
  • Gunakan format data seperti tabel, daftar, gambar, dll untuk menyajikan informasi secara visual.
  • Gunakan gaya penulisan seperti formal, informal, humoris, dll sesuai dengan konteks dan audiens Anda.
  • Gunakan referensi atau sumber jika Anda ingin memberikan fakta atau data yang berasal dari luar prompt.

Output adalah hasil yang dihasilkan oleh model bahasa AI berdasarkan prompt yang diberikan oleh pengguna. Output dapat berupa teks atau suara. Output dapat memiliki kesalahan atau kekurangan yang dapat diperbaiki oleh pengguna.

Untuk berkomunikasi dengan Bing sebagai AI, Anda perlu menulis prompt yang jelas dan spesifik. Prompt adalah input yang menentukan output yang dihasilkan oleh model bahasa AI. Prompt harus mengikuti aturan-aturan tertentu untuk meningkatkan kualitas dan akurasi output. 

Aturan umum 

Beberapa aturan umum adalah:

  • Gunakan kata kunci atau frasa yang relevan dengan topik atau tujuan Anda.
  • Gunakan tanda baca seperti titik, koma, tanda kutip, tanda kurung, dll untuk memisahkan bagian-bagian dari prompt.
  • Gunakan format data seperti tabel, daftar, gambar, dll untuk menyajikan informasi secara visual.
  • Gunakan gaya penulisan seperti formal, informal, humoris, dll sesuai dengan konteks dan audiens Anda.
  • Gunakan referensi atau sumber jika Anda ingin memberikan fakta atau data yang berasal dari luar prompt.

Contoh prompt yang baik adalah:

  • “Buatlah puisi tentang cinta dalam bentuk haiku.”
  • “Tulislah artikel pendek tentang manfaat meditasi untuk kesehatan mental.”
  • “Cari informasi tentang sejarah Indonesia pada tahun 2023.”
  • “Gambarlah seekor kucing lucu dengan topi santa.”

Contoh prompt yang buruk adalah:

  • “Buatlah puisi tentang cinta”
  • “Tulislah artikel pendek tentang manfaat meditasi”
  • “Cari informasi tentang sejarah Indonesia”
  • “Gambarlah seekor kucing lucu”

Prompt buruk ini tidak memberikan informasi cukup kepada model bahasa AI untuk menghasilkan output yang sesuai dengan harapan pengguna. Prompt buruk ini juga tidak memiliki format data atau gaya penulisan yang jelas. Saya harap artikel ini bermanfaat bagi Anda. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Postingan Lama

Toko e-Book paling MURAH

toko-buku "Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas." Mohammad Hatta

Translate Website

Tentang

Read before you think
-Frand Lebowitz

Kolom Iklan

Iklan/Penawaran Jaringan

Popular Posts

  • Website freelance yang pernah saya coba
    Tentu banyak yang mengiginkan pemasukan tambahan, khususnya Mahasiswa yang biasanya memiliki semangat ditambah tekat yang kuat untuk mempe...
  • Hoax dan Bahayanya Menurut Islam
     Oleh : DR Abdul Azhim Al Badawi Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar desas-desus yang tidak jelas asal-usulnya. Kadang ...
  • Eksistensi Money Oriented
    Saat tulisan ini dibuat jumlah utang luar negeri Indonesia sebesar 5.200 triliun lebih dan menurut data.worldbank.org jumlah populasi I...
  • Profil SMK Negeri 1 Rangas Mamuju
    Gambaran Umum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rangas Mamuju yang berdiri pada 29 Januari 1998, dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebuda...
  • Relawan Whatsapp dan Hoax
    Whatsapp menjadi salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak akhir-akhir ini, itu dibuktikan dengan jumlah pengguna yang mengunduh ...
  • Cara Mengolah Coklat Menjadi Minuman Sehat untuk Anak
      Setiap orang tua khususnya ibu pasti akan berusaha untuk memberikan asupan makanan dan minuman yang terbaik dan sehat untuk anak-anak...
  • Hukum Shalat Sunnah Qobliyah Shubuh setelah shalat wajib
    Sebagai muslim tentu telah mengetahui bagaimana keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh atau shalat sunnah Fajar . Dalam shahih Muslim ter...
  • gerakan evolusi
    Hingga 2019 ini ilmu pengetahuan telah meningkat pesat salah satunya dibuktikan dengan penggunaan alat 3D printing untuk membuat rum...
  • Tafsir Ayat-Ayat Ahkam - Syaikh Ahmad Muhammad Al-Hushari
    Syaikh Ahmad Muhammad Al-Hushari adalah penulis buku setebal 460 halaman ini. Belau dilahirkan di Gaza tepatnya Desa Syibran Namlah, pada ...
  • Minimnya Budaya Antri
    Menunggu di sebuah antrian memang membutuhkan kesabaran yang ekstra tapi dengan menunggu semua akan merasa adil karena sudah sesuai haknya...

Artikel Menarik

Berdasarkan Topik

  • Millennial (47)
  • AI (13)
  • Lingkungan (7)
  • PNS (7)
  • Internet (6)
  • Foto (2)
  • Garis Hitam Project (2)

Jaringan

Garis Hitam Project

Resensi Institute
Multi Tekno Mamuju

Formulir Kontak (inbox)

Nama

Email *

Pesan *

Laporkan Penyalahgunaan

Created : ThemeXpose | Modified : Achmad Nur |@2018