Pemanasan Global itu HOAX ? dan apa itu Geoengineering ?

by - Agustus 28, 2023

Pemanasan global adalah fenomena kenaikan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di Bumi akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2) dan metana, yang dihasilkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan. Pemanasan global bukanlah hoax, melainkan fakta ilmiah yang didukung oleh berbagai bukti, seperti peningkatan suhu permukaan Bumi sekitar 1,2 °C sejak era pra-industri, mencairnya es di kutub dan pegunungan, perubahan pola hujan dan cuaca ekstrem, dan kepunahan banyak spesies flora dan fauna.

Pemanasan global memiliki dampak yang sangat serius bagi kehidupan di Bumi, baik bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. Beberapa dampak yang telah terjadi atau dapat terjadi antara lain adalah:

  • Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es dan pengembangan termal air, yang dapat menyebabkan banjir, erosi pantai, intrusi air asin, dan pengungsian penduduk di daerah pesisir.
  • Perubahan iklim regional yang dapat mempengaruhi produksi pangan, ketersediaan air, kesehatan, ekosistem, dan biodiversitas. Misalnya, kekeringan dapat menyebabkan gagal panen, kelaparan, konflik, dan migrasi. Sementara itu, curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir bandang, tanah longsor, penyakit menular, dan kerusakan infrastruktur.
  • Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam yang terkait dengan pemanasan global, seperti badai tropis, gelombang panas, kebakaran hutan, dan gempa bumi. Bencana-bencana ini dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi, trauma psikologis, dan gangguan sosial.
  • Perubahan kimia laut akibat penyerapan CO2 oleh air laut, yang menyebabkan penurunan pH (asidifikasi) dan penurunan ketersediaan karbonat bagi organisme laut yang membentuk cangkang atau kerangka. Asidifikasi laut dapat mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies laut, terutama karang, moluska, dan plankton, yang berperan penting dalam rantai makanan dan siklus karbon di laut.
  • Gangguan pada keseimbangan ekologis akibat pergeseran distribusi geografis dan musiman dari spesies-spesies tumbuhan dan hewan yang beradaptasi dengan suhu tertentu. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya habitat, penurunan keanekaragaman hayati, penyebaran spesies invasif dan penyakit, serta perubahan interaksi antar spesies.

Geoengineering adalah usaha untuk mengintervensi atau memodifikasi sistem Bumi secara sengaja untuk mengurangi dampak pemanasan global. Geoengineering dapat dibagi menjadi dua kategori utama: penyimpanan karbon (carbon sequestration) dan manajemen radiasi matahari (solar radiation management).

Penyimpanan karbon adalah proses menghilangkan atau mengurangi emisi CO2 dari atmosfer dan menyimpannya di tempat lain, seperti tanah, tumbuhan, lautan, atau formasi geologis. Beberapa contoh teknik penyimpanan karbon adalah:

  • Penanaman hutan (afforestation) atau reboisasi (reforestation), yaitu menanam pohon baru atau mengembalikan hutan yang telah rusak untuk menyerap CO2 dari atmosfer melalui fotosintesis.
  • Biochar (arang hayati), yaitu bahan padat yang dihasilkan dari pirolisis biomassa (pemanasan tanpa oksigen), yang dapat dimasukkan ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan dan menyimpan karbon.
  • Bioenergi dengan penangkapan dan penyimpanan karbon (BECCS), yaitu penggunaan biomassa sebagai sumber energi yang dikombinasikan dengan penangkapan dan penyimpanan CO2 yang dihasilkan dari pembakaran biomassa.
  • Penyimpanan geologis, yaitu penyuntikan CO2 ke dalam formasi geologis yang dalam, seperti ladang minyak atau gas bumi yang telah terdepleksi, reservoir air asin, atau batuan basalt.
  • Pemupukan laut, yaitu penambahan zat besi atau nutrien lain ke dalam laut untuk merangsang pertumbuhan fitoplankton, yang dapat menyerap CO2 dari atmosfer dan mengikatnya di dasar laut ketika mati.

Manajemen radiasi matahari adalah proses mengurangi jumlah radiasi matahari yang mencapai atau diserap oleh permukaan Bumi, sehingga menurunkan suhu permukaan. Beberapa contoh teknik manajemen radiasi matahari adalah:

  • Cermin luar angkasa, yaitu penempatan cermin atau reflektor di orbit Bumi untuk memantulkan sebagian cahaya matahari kembali ke luar angkasa.
  • Awan cerah (brightening clouds), yaitu penyemprotan partikel halus seperti garam laut ke atmosfer untuk meningkatkan reflektivitas awan dan memantulkan lebih banyak cahaya matahari.
  • Sulfat stratosfer, yaitu penyuntikan partikel sulfat ke lapisan stratosfer untuk meniru efek pendinginan dari letusan gunung berapi.
  • Lukisan putih (white painting), yaitu pengecatan permukaan Bumi yang gelap, seperti atap atau jalan, dengan warna putih atau terang untuk meningkatkan albedo (kemampuan memantulkan cahaya) permukaan Bumi.

Geoengineering memiliki potensi untuk mengurangi dampak pemanasan global secara cepat dan murah, tetapi juga memiliki risiko dan tantangan yang besar. Beberapa risiko dan tantangan yang dapat timbul antara lain adalah:

  • Efek samping yang tidak diinginkan atau tidak terduga, seperti perubahan pola hujan, angin, atau sirkulasi laut, yang dapat mempengaruhi iklim, ekosistem, dan kesejahteraan manusia di berbagai wilayah.
  • Ketidakpastian ilmiah dan teknis tentang efektivitas, biaya, durasi, dan dampak jangka panjang dari geoengineering.
  • Masalah etika dan keadilan, seperti siapa yang berhak untuk memutuskan, mengimplementasikan, dan mengawasi geoengineering, bagaimana mengatasi potensi konflik atau kerugian antara negara-negara atau kelompok-kelompok yang terkena dampak geoengineering.
  • Kurangnya kerangka hukum dan tata kelola internasional yang mengatur penggunaan geoengineering, termasuk mekanisme pemantauan, verifikasi, pelaporan, penegakan hukum, dan penyelesaian sengketa.

Oleh karena itu, geoengineering bukanlah solusi ajaib yang dapat menyelesaikan pemanasan global tanpa konsekuensi. Geoengineering harus dipertimbangkan sebagai pelengkap, bukan pengganti dari upaya mitigasi (pengurangan emisi) dan adaptasi (penyesuaian dengan dampak) pemanasan global. Geoengineering juga harus didasarkan pada penelitian ilmiah yang komprehensif, partisipasi publik yang luas, konsensus internasional yang kuat, dan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.

Sumber:

1 [Pemanasan Global - Wikipedia] 

2 [Global temperature | NASA Global Climate Change] 

3 [Ice sheets and sea level rise | NASA Global Climate Change] 

4 [Climate change: rainfall | NOAA Climate.gov] 

5 [Climate change and biodiversity | IUCN] 

6 [Sea level rise]

You May Also Like

0 komentar