safari ramadhan

by - Juni 01, 2019

IMM

Safari ramadhan yang berarti sebuah perjalanan dibulan Ramadhan yang dilakukan oleh Mubaligh dan Mubaligah untuk menyampaikan risalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dibulan yang penuh kemuliaan ini. Mubaligh dan Mubaligah hijrah adalah mereka yang peka akan kedatangan tamu agung yang disebut Ramadhan, tamu agung ini menyapa setiap orang hingga sebulan lamanya, namun tidak semua orang akan bersua kembali dengannya. Mubaligh dan Mubaligah hijrah tidak semua berstatus ustadz/ustadzah, mereka bukan orang yang bersih dari dosa, dan bukan pula yang hari-harinya dihabiskan di atas mimbar, ataupun mereka yang sempurna akhlaknya. Tetapi mereka adalah orang yang mampu melawan rasa takutnya dan menumbuhkan keberanian untuk naik di atas mimbar demi menyampaikan kebaikan, mereka adalah orang yang belajar siang dan malam demi menyampaikan kebenaran, dan mereka adalah orang yang siap untuk menyampaikan risalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas dasar janji tuhannya di (QS. Muhammad 47:7). 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : 

"Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

Ini adalah sebuah kisah singkat perjalanan Mubaligh dan Mubaligah hijrah yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Mamuju yang insyaAllah berangkat dengan niat yang baik Lillahi ta'ala.

Selepas pelatihan Mubaligh dan Mubaligah sehari semalam lamanya, maka tercetaklah Mubaligh dan Mubaligah yang siap naik di atas mimbar untuk menyuarakan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka adalah Mubaligh dan Mubaligah dengan versi terbaik mereka yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala titipkan dimuka bumi dalam menyusuri jalan-jalan dakwah. 

Dimulailah safari ramadhan selama tiga hari lamanya, mulai dari tanggal 23-25 Mei 2019 M/18-20 Ramadhan 1440 H dengan pembagian dua tim yaitu :
  • Tim Mamuju dengan titik lokasi (Takosang dan Tommo)
  • Tim Mamuju Tengah dengan titik lokasi (Karama, Salugatta, dan Babana )
Serta kolaborasi antara tim Mamuju dan tim Mamuju Tengah dengan titik lokasi (Pololereng). Menyusuri jalan berjam-jam bersama dengan teriknya matahari dan dinginnya air hujan, tidak menyurutkan niat baik itu bahkan kata menyerahpun adalah kata yang haram buat mereka. Mereka meninggalkan kasur yang empuk untuk berada dijalan dakwah, tidakkah kalian bertanya pada diri ini yang selalu menuntut hak tetapi seringkali melalaikan amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai khalifah dimuka bumi yang ditugaskan kepada setiap manusia, tidakkah kalian bertanya pada diri ini yang sering mengkritik sampai lupa muhasabah diri, tidakkah kalian bertanya pada diri ini bahwa comfort zone yang tak mampu ditinggalkan adalah kesia-siaan berbentuk waktu terbesar yang tak akan kalian rindukan ketika kelak berada dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk diminta pertanggung jawaban atas seluruh waktu yang telah diberikan, tetapi dihabiskan dalam kesia-siaan. Kenapa mereka bisa dan kalian tidak? bagaimana mungkin mereka mampu dan kalian tidak? jika kalian berfikir akan banyak tantangan yang akan dihadapi dalam prosesnya, itu memang benar. Mulai dari pihak masjid yang kurang merespon kedatangan Mubaligh dan Mubaligah sampai imam masjid yang tidak menyukai seorang mubaligah naik di atas mimbar. Bukan hanya sebuah tantangan itu juga pengangkatan derajat kemulian manusia oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi yang mampu bersabar, mampu bersikap bijaksana, dan tetap dalam ketaqwaan. Tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’alamemberi cobaan melebihi kemampuan hambanya dan insyaAllah memberi hadiah jika mampu dilewati oleh hambanya yang bersabar. 

Tantangan yang mereka hadapi hanya bagian kecil dari keseluruhan cerita safari ramadhan yang mereka jalani, karena nyatanya begitu banyak kebaikan dan manfaat dibalik itu semua. Asiknya sahur bersama, keseruan buka puasa bersama, candaan saat rapat evaluasi tentang pengalaman setiap masjid yang mereka tempati, jamaah yang meneteskan air mata karena mendengar ceramah mereka, masyarakat yang begitu menghargai dan antusias kedatangan Mubaligh dan Mubaligah di kampungnya, dan masih banyak lagi pengalaman yang tak terlupakan dalam perjalan dakwah ini. 

Jika kalian yang tidak berkesempatan melakukan safari ramadhan untuk menebar kebaikan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala saat ini, mungkin bisa dilakukan ketika tamu agung itu (ramadhan) mampir diperjumpaan selanjutnya, tentu hanya dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selepas membaca tulisan ini, minimal mari sedikit menggeser gedget dan megambil Al-qur'an, membacanya, mempelajarinya, mengamalkannya, dan siap untuk disampaikan.

Tulisan ini dibuat sebagai spirit perjuangan dakwah dalam membumikan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu Islam dan menebarkannya diseluruh penjuru bumi kalimat tauhid Lailahaillah. semoga bermanfaat dan orang yang mengalami kisah ini, penulisnya, dan yang membacanya terpercik spirit perjuangan dakwah Islam dan mendapat hidyah serta rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk tetap berada dijalannya.


Editor : Achmad Nur

You May Also Like

0 komentar