Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

by - April 21, 2019



Revolusi Industri merupakan tuntutan zaman yang terus melakukan upgrading dan untuk Indonesia kini telah memasuki Revolusi Industri 4.0. Tapi tahukah kalian bahwa di Jepang Revolusi Industri 5.0 telah dimulai. Seperti yang dikatakan Rektor Kepala Universitas Sains Malaysia (USM) Prof Reevany Bustami PhD bahwa, “Masyarakat Indonesia sedang dihadapkan dengan Revolusi Industri 4.0 yang menjadi topik pembahasan diberbagai lapisan masyarakat”. Namun, saat ini tantangan justru telah mencapai tahap Revolusi Industri 5.0.

Hal ini membuktikan nampak sangat jelas bahwa Indonesia masih saja negara berkembang yang berada dibelakang negara yang berstatus maju.

Meskipun negara-negara maju telah memasuki Revolusi Industri 5.0, Indonesia masih kesulitan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Fenomena ini sudah lumrah terjadi karena melihat Indonesia masih berada di level negara berkembang dan terus berupaya mengejar pesatnya perkembangan zaman, minimal tidak ketinggalan.

Sekarang kita bisa melihat realita Revolusi Industri 4.0 saat ini : 

1. Mobil tanpa pengemudi dan akhir kisah asuransi mobil
  • Beberapa asuransi mobil akan diperlukan, tetapi pasar mungkin berkurang hingga 75% atau lebih 
  • Kematian dan cedera yang disebabkan oleh kecelakaan diperkirakan hampir hilang, yang bersama-sama mencapai 94% dari semua asuransi 
  • Rem darurat otonom mengurangi kecelakaan sebesar 25% - 45%.

2. Drone akan menggantikan petugas pengiriman
  • Drone milik Amazon terbang sejauh 5 mil (sekitar 8 km) untuk mengantarkan TV dan popcorn pada 7 Desember 2016 
  • Butuh waktu 13 menit dari pesanan hingga pengiriman
3. Pekerja manufaktur akan digantikan 
  • Foxconn memperkenalkan 40.000 robot sejak Mei 2016. Ini telah mengurangi 110.000 pekerja menjadi 50.000 
  • Robot seharga USD35.000 lebih baik dari pekerja USD15 per jam. Robot-robot itu tidak pernah terluka, tidak lelah serta cepat dan akurat (Market Watch, 5 Desember 2016)
4. Asisten dan wartawan akan digantikan oleh robot Al 
  • Perusahaan IT memperkenalkan asisten pengenalan suara AI: Apple Siri, Amazon Alexa, Microsoft Cortana, Asisten Google, dan Facebook 
  • Selama 2001 -2013, 163.000 pekerjaan asisten hilang di Inggris 
  • Perusahaan surat kabar AS menggunaka perangkat lunak Al untuk memproduksi berita olahraga dan pelaporan keuangan perusahaan seperti AP, Forbes, dan LA Times.
5. Bahkan dokter dan pengacara pun akan digantikan oleh Al 
  • Firma hukum AS BakerHostetler menyewa AI yang disebut 'Ross' untuk menangani kasus-kasus kepailitan. MD Anderson Cancer Centre mempekerjakan IBM AI Watson. Akurasinya sekitar 96%
Contoh diatas menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia yang akan menggerogoti kehidupannya akibat campur tangan teknologi. Semua pekerjaan bisa dilakukan oleh robot, semua profesi bisa digantikan oleh robot, dan peran-peran manusia akan digantikan oleh robot. Dan bisa jadi robot dan teknologi merupakan ketergantungan terbesar bagi umat manusia di masa depan.

Meskipun demikian, kita tidak perlu khawatir akan hal itu, karena tidak akan ada yang bisa menggantikan manusia dari fitrahnya dan robot sebagai pengganti peran manusia masih memiliki banyak keterbatasan, untuk itu terdapat beberapa keahlian yang dibutuhkan agar dapat sukses menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Terdapat 4 keahlian utama yang dibutuhkan seperti berikut : 

1. Keterampilan informasi, media, dan teknologi 
  • Literasi media
  • Literasi visual
  • Literasi multicultural 
  • Kesadaran global
  • Literasi teknologi
2. Keterampilan hidup dan karir 
  • Kepemimpinan dan tanggung jawab
  • Nilai-nilai etika dan moral 
  • Produktivitas dan akuntabilitas 
  • Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi 
  • Sosial dan lintas budaya 
  • Inisiatif dan pengarahan diri sendiri
3. Keterampilan belajar dan inovasi 
  • Pemecahan masalah yang kompleks
  • Kreativitas 
  • Rasa ingin tahu 
  • Pengambilan risiko
4. Kemampuan komunikasi efektif 
  • Kerja tim dan keterampilan kolaborasi 
  • Tanggung jawab pribadi dan sosial 
  • Komunikasi interaktif 
  • Orientasi nasional dan global
Menurut saya hanya ada satu jawaban dalam menghadapi tuntutan zaman yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Jika teknologi terus berkembang, maka manusianya juga harus lebih maju. Teknologi memberikan dampak yang signifikan bagi sumber daya manusia yang kurang terampil. Banyak dampak negatif bagi majunya Revolusin Industri. Namun, juga tidak sedikit dampak positif yang diberikan teknologi bagi kelangsungan hidup manusia.

Gambar : freepick
Editor : Achmad Nur

You May Also Like

0 komentar